Identifikasi Kadar Karbondioksida sebagai Indikator Pemanasan Global berdasarkan data Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang
DOI:
https://doi.org/10.23960/jtaf.v14i01.513Abstract
Pemanasan global adalah isu lingkungan yang mendesak, terutama akibat peningkatan kadar karbon dioksida (CO 2 ) di atmosfer yang memperkuat efek rumah kaca. Pemanasan global merupakan fenomena yang menjadi perhatian penting karena aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi terus meningkatkan emisi CO 2 . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar CO 2 sebagai indikator pemanasan global dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2019–2023). Data penelitian yang diperoleh dari Stasiun Global Atmospheric Watch (GAW) Bukit Kotatabang, meliputi CO 2 , SO 2 , NO 2 , dan suhu udara rata-rata bulanan. Data tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan kadar CO 2 selama 5 tahun (2019-2023) terutama akibat aktivitas manusia. Kadar CO 2 cenderung lebih tinggi selama musim hujan pada akhir hingga awal tahun dengan rata-rata 423,01 ppm dibandingkan saat musim panas (Mei-Juli) hanya mencapai 419,49 ppm. Gas lain seperti SO 2 dan NO 2 juga menunjukkan hal yang sama. Pada musim hujan (Jan-Feb) SO 2 meningkat mencapai rata-rata 4,79 ppb dan NO 2 mencapai 0,26 ppb. Analisis regresi menunjukkan bahwa suhu udara, SO₂, dan NO₂ memiliki pengaruh yang relatif kecil terhadap kadar CO₂, dengan koefisien determinasi masing-masing sebesar 2,66%, 2,27%, dan 3,36%. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa peningkatan kadar CO₂ di atmosfer berkaitan erat dengan pemanasan global dan perubahan lingkungan, sehingga diperlukan upaya mitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di Stasiun GAW Bukit Tinggi.
Kata kunci: Karbondioksida; Pemanasan Global; Stasiun GAW Bukit Kotatabang
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 menty judika, Lizalidiawati, Angeli Silaban, Tiara Sesilia, Septi Johan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



