Distribusi Aktivitas Radionuklida Alam di Kawasan Terdampak dan Tidak Terdampak Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumatera Barat
Abstract
Banjir lahar dingin merupakan salah satu bencana alam sekunder yang umum terjadi di wilayah vulkanik aktif. Material vulkanik mengandung logam berat dan unsur-unsur radioaktif alami seperti kalium-40 (K-40), thorium (Th-232), dan radium-226 (Ra-226). Tujuan penelitian ini untuk menentukan distribusi aktivitas radionuklida pada tanah yang terdampak dan tidak terdampak banjir lahar dingin Gunung Marapi berdasarkan peta kontur menggunakan titik pengambilan sampel dan menentukan peningkatan aktivitas radionuklida akibat banjir lahar dingin. Aktivitas radionuklida diukur menggunakan spektrometer gamma dan distribusi sebaran aktivitas radionuklida menggunakan software surfer13. Nilai rata-rata aktivitas radionuklida Ra-226, Th-232, dan K-40 pada sampel tanah yang terdampak banjir lahar dingin sebesar (14,92 ± 0,62) Bq/kg, (18,37 ± 0,83) Bq/kg dan (342,15 ± 7,85) Bq/kg. Sedangkan pada sampel tanah yang tidak terdampak sebesar (10,99 ± 0,62) Bq/kg, (22,34 ± 1.03) Bq/kg, dan (191,68 ± 5,06) Bq/kg. Terjadi peningkatan aktivitas radionuklida pada sampel tanah yang terdampak banjir lahar dingin jika dibandingkan dengan sampel pada daerah yang tidak terdampak. Nilai aktivitas radionuklida pada tanah yang terdampak banjir lahar dingin Gunung Marapi yang didapatkan masih berada dibawah ambang batas yang telah ditetapkan BAPETEN, ditinjau berdasarkan dengan PERKA BAPETEN No. 9 tahun 2009.
Kata kunci: Lahar dingin, radionuklida alam, spektrometer gamma, tanah, vulkanik


