Prototipe Sistem IoT untuk Pemantauan Glukosa Non-Invasif, SpO2, Suhu dan Denyut Jantung pada Lansia
Abstract
Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia meningkat menjadi 11,7% pada tahun 2023, dengan lebih dari 60% penderita berusia di atas 55 tahun. Manajemen diabetes pada lansia menghadapi tantangan kompleks, termasuk ketidaknyamanan dan risiko infeksi dari metode pemantauan glukosa darah invasif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe glucometer non-invasif berbasis IoT yang terintegrasi dengan sensor SpO2, suhu, dan denyut jantung (BPM) untuk pemantauan kesehatan holistik lansia. Metode pengembangan meliputi perancangan sistem hardware dan software, integrasi telemedicine, serta uji akurasi terhadap alat standar. Hasil analisis pada 49 sampel menunjukkan kinerja yang variabel: parameter suhu memiliki korelasi sangat baik (r=0,834) dan MAPE 4,1%; SpO2 dan BPM menunjukkan kinerja cukup dengan korelasi 0,612 dan 0,723; namun pengukuran glukosa belum akurat dengan korelasi 0,521 dan MAPE 64,8%. Sistem telemedicine berhasil dikembangkan untuk pemantauan jarak jauh dan pencatatan data real-time. Disimpulkan bahwa prototipe ini menjanjikan untuk pemantauan tanda vital dasar, namun memerlukan pengembangan lebih lanjut pada algoritma pengukuran glukosa non-invasif sebelum dapat diaplikasikan secara klinis
Kata kunci: Glucometer Non-Invasif, IoT, Telemedicine, Sensor Multi-Parameter, Diabetes Melitus, Pemantauan Jarak Jauh.
.


