Desain dan Implementasi Detektor Suhu, Kelembaban, dan Karbon Monoksida (CO) Pasca Kebakaran Lahan Gambut di Sumatera Selatan
Abstract
Kebakaran lahan gambut di Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Ogan Ilir, berdampak signifikan terhadap kualitas udara melalui pelepasan polutan berbahaya seperti karbon monoksida (CO) serta perubahan kondisi mikroklimat berupa suhu dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji detektor portabel berbasis mikrokontroler ESP32 untuk memantau konsentrasi CO, suhu, dan kelembaban pada kondisi pascakebakaran. Sistem ini memadukan sensor MQ-7 dan DHT11, modul pencatat waktu RTC DS3231, serta penyimpanan data otomatis menggunakan MicroSD. Pengukuran dilakukan selama delapan jam pada area lahan gambut pascakebakaran di Ogan Ilir. Hasil menunjukkan bahwa CO masih terdeteksi dalam rentang 0,20–0,28 ppm meskipun kebakaran telah berakhir hampir satu bulan sebelumnya. Analisis mikroklimat memperlihatkan hubungan negatif kuat antara suhu dan kelembaban (r = –0,90). Validasi terhadap sistem pemantauan referensi menunjukkan korelasi sangat tinggi untuk suhu (r = 0,995), kelembaban (r = 0,999), dan CO (r = 0,84), menegaskan bahwa detektor portabel ini mampu menangkap pola fluktuasi lingkungan secara akurat. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem berbasis ESP32 layak digunakan sebagai perangkat monitoring lingkungan berbiaya rendah pada wilayah rawan kebakaran lahan gambut.
Kata kunci: kebakaran lahan gambut, karbon monoksida, suhu, kelembaban, ESP32.


