Studi Kelayakan Apron Timbal sebagai Alat Proteksi Radiasi Menggunakan Metode Radiografi Digital
Abstract
Penggunaan sinar-X dalam radiologi diagnostik berperan penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan, namun berpotensi menimbulkan paparan radiasi terhadap tenaga medis. Oleh karena itu, kelayakan alat pelindung diri berbahan timbal, seperti apron, perlu dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas proteksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan apron timbal yang digunakan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Tipe B Banda Aceh menggunakan metode radiografi digital. Tiga apron diuji, terdiri atas dua apron yang digunakan di rumah sakit dan satu apron baru dari Laboratorium Fisika Medis sebagai kontrol. Pengujian dilakukan menggunakan pesawat sinar-X dengan parameter 75 kV, 100 mAs, dan jarak fokus–film (FFD) 100 cm. Hasil citra radiografi dianalisis menggunakan perangkat lunak Radiant DICOM Viewer untuk mengukur luas area retakan. Kelayakan ditentukan berdasarkan batas yang ditetapkan oleh BAPETEN, yaitu 15 mm² pada area sensitif dan 670 mm² pada area non-sensitif. Hasil studi menunjukkan bahwa Apron A memiliki retakan di area vital seluas 47,3 mm² (tidak layak), Apron B memiliki retakan di area vital 5,9 mm² dan area non-vital 51,2 mm² (layak), sedangkan Apron C hanya menunjukkan lipatan ringan tanpa retakan (layak). Hasil ini menegaskan pentingnya inspeksi radiografi berkala untuk mendeteksi kerusakan internal yang tidak terlihat secara visual serta memastikan pemeliharaan dan penyimpanan apron sesuai standar proteksi radiasi.


